Selasa, 14 Januari 2014

Artikel batu akik






  

   Batu Akik



Benda bertuah yang paling banyak dimiliki manusia di jawa dan digunakan sehari-hari adalah dari jenis batu akik. Pengertian batu akik adalah jenis-jenis batu perhiasan yang nilai kekerasannya berada di bawah batu permata dan tidak tergolong sebagai batu permata. Di pulau Jawa juga ada banyak jenis-jenis batu mulia, tetapi jenisnya adalah batu lokal, dan kadarnya lebih banyak disamakan dengan kelas batu akik, tidak disamakan dengan batu permata yang mahal harganya. Batu-batu itu dimuliakan orang tidak seperti batu permata yang indah dan mahal harganya, tetapi disukai karena harganya yang relatif murah, fisik dan warnanya bagus (relatif bagi setiap orang) dan ada juga yang dianggap memiliki suatu kegaiban / tuah tertentu bagi pemakainya yang sebagiannya merupakan batu mustika. 
Pengertian batu akik adalah jika kita memandang batu akik sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka jenis batu ini sering disebut sebagai batu aji.
Tuah yang diharapkan dari suatu batu akik adalah dapat memberikan aura atau pengaruh positif bagi si pemakai, baik pengaruh secara fisik maupun psikologis, seperti tuah untuk pengasihan, keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, pengobatan / kesehatan, dan ketenangan hati. Kebanyakan batu akik memberikan kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti anti cukur, anti bacok, dsb, yang sebagiannya merupakan batu mustika. Penulis tidak akan membahas sisi kandungan gaib dari batu akik, karena kegaibannya tidak dapat dikategorikan secara seragam, sehingga harus dilihat batunya satu per satu.
Masing-masing batu secara alami mengandung hawa energi yang berpengaruh pada orang pemakainya. Batu akik yang memiliki tuah tinggi biasanya dominan berasal dari kegaiban sosok mahluk gaib di dalam batu akik tersebut (batu tersebut ada "isinya", tidak kosong). Tetapi tidak semua batu akik memiliki sosok gaib di dalamnya, dan yang berpenghuni mahluk gaib di dalamnya pun tidak semuanya memberikan tuah tertentu kepada manusia pemakainya, karena mahluk gaib tersebut mungkin hanya sekedar tinggal di dalam batu tersebut, sehingga jika diinginkan supaya sosok gaib di dalam batu itu memberikan tuah tertentu, maka harus lebih dulu di-"aktif"-kan kegaibannya dengan laku tertentu (misalnya dibacakan suatu amalan gaib dan diberi sesaji tertentu). Tuah yang alami dari batu akik yang dinikmati oleh para pemakainya adalah berasal dari hawa aura energi alami batunya, tetapi tuah yang besar biasanya berasal dari kegaiban mahluk halus di dalamnya.
Dalam memilih batu akik, biasanya pemilihan warna merupakan faktor utama. Batunya sendiri adalah sebagai sarana menyimpan / menyalurkan energi / aura  yang kekuatannya sebagai penyimpan / penyalur energi itu antara satu batu akik dengan batu akik lainnya berbeda-beda tergantung pada masing-masing jenis batunya, keaslian batunya, warnanya, bentuknya, ukuran besar-kecilnya, cara memakainya, dsb.
Selain sisi gaibnya, masing-masing batu secara alami memiliki energi / aura sendiri-sendiri yang pengaruhnya akan dirasakan sebagai positif atau negatif tergantung pada kecocokkan si pemakai. Seseorang yang fisiknya atau psikologisnya sangat sensitif, biasanya akan dapat langsung merasakan pengaruh dari batu cincin yang dipakainya, entah pengaruhnya baik ataupun tidak baik bagi dirinya. Pengaruh baik atau tidak baik yang dirasakan setiap orang tidak sama, tergantung kecocokkannya dengan batunya, sehingga pengaruh dari sebuah batu yang sama akan dirasakan berbeda oleh setiap orang, tergantung kecocokkannya masing-masing dengan batu tersebut.
Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan  untuk mengetahui karakter aura energi batu-batu akik atau permata milik anda, atau apakah benda-benda anda tergolong sebagai mustika, atau untuk belajar mendeteksi apakah ada keberadaan mahluk gaib di dalam benda-benda tersebut, untuk mengetahui sifat-sifat karakter gaibnya (jika ada), kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.

 Jenis batu dan sifatnya :
Jenis batu yang warnanya padat (tidak tembus pandang / cahaya) lebih baik dalam menyerap dan menyimpan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya adalah :
  - Pengaruh Positif :   lebih mantap dalam bersikap / berpendirian (tidak mudah goyah)
  - Pengaruh Negatif :  terlalu kukuh pada pendirian, pikiran cepat penat.
  - Pengaruh Positif :   kondisi tubuh lebih stabil, bertenaga.
  - Pengaruh Negatif :  tubuh sering terasa penat atau pegal.
Jenis batu yang berwarna bening (transparan tembus pandang / cahaya ) lebih baik dalam melepaskan / menyalurkan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya adalah :
  - Pengaruh Positif :   lebih ceria, segar.
  - Pengaruh Negatif :  sering lengah, kurang berhati-hati.
  - Pengaruh Positif :   mudah mendapatkan ide-ide baru / ilham.
  - Pengaruh Negatif :  kurang konsentrasi berpikir, mudah lupa.

Batu yang berukuran cukup besar (relatif bagi setiap orang) biasanya lebih baik dalam menyimpan / menyalurkan energi dibandingkan batu yang berukuran lebih kecil.
Batu alam asli biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang lebih sejuk dibandingkan batu masakan atau batu imitasi yang biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang berhawa lebih panas dan dapat menyebabkan panas dalam dan mudah lelah berpikir / stress.
Batu tua (biasanya lebih mengkilap) biasanya menyimpan dan menyalurkan energi yang berhawa lebih panas (hangat), dibandingkan batu muda (batu muda biasanya kurang mengkilap dibandingkan batu yang tua).
Batu yang lebih muda biasanya lebih baik dalam menyimpan dan menyalurkan energi yang sejuk, dibandingkan batu yang tua.
Jenis batu yang bulat, lonjong atau setengah gepeng lebih baik dalam menyerap dan menyimpan energi / aura. Jenis batu yang bentuknya meruncing seperti asahan berlian lebih baik dalam melepaskan energi / aura.

 Cara Memakai Cincin :
 - Gunakan di tangan kiri jika dimaksudkan untuk kecantikan / keindahan, kesehatan, ketenangan hati dan
   pikiran, kesegaran berpikir dan keceriaan.

 - Gunakan di tangan kanan jika dimaksudkan selain yang dipakai di tangan kiri, seperti untuk pengasihan,
   kekuatan, kegagahan, kewibawaan, kemantapan berpikir / bersikap, dsb.


Jika memakai 2 cincin batu, maka
 - cincin batu yang karakternya keras digunakan di tangan kanan, seperti yang untuk kekuatan, kegagahan,
   kewibawaan, kemantapan berpikir / bersikap, dsb.

 - cincin batu yang karakternya halus digunakan di tangan kiri, seperti yang untuk kecantikan / keindahan,
   kesehatan, ketenangan hati dan
pikiran, kesegaran berpikir, keceriaan dan yang untuk pengasihan.

 Memilih Ikatan Cincin :
 - Berbahan emas. Menyalurkan hawa panas yang halus. Baik untuk menambah kesegaran pikiran /
   semangat,
keceriaan, aura wajah lebih bersinar, dan menambah kharisma.
   Batu cincin berwarna gelap akan terlihat kontras dan harmonis bila diikat dengan cincin berbahan emas.
   Ikatan cincin berbahan emas 22 karat atau lebih tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura
   kekuatan / panas, karena ikatannya akan mudah kendor (dikhawatirkan batunya lepas dan jatuh).
   Bahan emas ini juga kurang cocok untuk batu aji yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan, karena
   bahan emas itu dapat meredam / mengurangi "power"nya atau kegalakannya.

 - Berbahan emas swasa (14 atau 15 karat). Bersifat kombinasi antara ikatan cincin berbahan emas dan baja.
   Bahan emas 14 karat cukup baik untuk ikatan cincin, ikatannya tidak mudah kendor.
   Sebaiknya emasnya dipilih yang 14 karat, maksimal 18 karat. Kalau lebih dari itu biasanya logam emasnya
   lebih lunak, sehingga dikhawatirkan ikatan batunya mudah kendor dan batunya lepas / jatuh (terutama
   untuk mengikat batu cincin berkhodam). Bahan emas ini sebaiknya tidak digunakan untuk mengikat batu aji
   yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan.

 - Berbahan perak. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Menambah kesejukan.
   Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi bulan purnama, sejuk, baik untuk
   kesehatan dan memperkuat aura wajah.

 - Berbahan perak yang disepuh / dilapis emas, bersifat kombinasi antara cincin berbahan emas dan perak.

 - Berbahan baja putih (monel) bersifat netral. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
   maupun beraura kekuatan / panas. Bila digunakan untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut akan
   menambah kesejukannya. Bahan baja putih ini juga baik untuk digunakan mengikat batu aji yang bertuah
   untuk kekuatan atau kekebalan.

 - Berbahan kuningan, menyalurkan hawa panas juga tetapi tidak sekuat emas. Kurang baik untuk kesehatan,
   dapat menyebabkan mudah masuk angin, panas dalam, dan kepala berat / pusing.


 Beberapa jenis batu akik dan potensi pengaruhnya sbb :
  • Batu Giok (giok Cina ataupun giok lokal). Batu giok ada yang berwarna hijau, coklat dan hitam. Membuat hati bertambah tenang dan tentram dan dapat menyerap energi negatif tubuh, sehingga tubuh dan pikiran menjadi lebih sehat. Dibandingkan batu giok tua, batu giok muda yang berwarna hijau muda keputihan lebih kuat dalam menyerap energi negatif tubuh dan membersihkan aura wajah. Ada beberapa jenis batu giok muda yang ketika menyerap energi negatif pemakainya, batu itu akan berubah warnanya menjadi lebih gelap dan kusam.
  • Batu Biduri Bulan. Berwarna putih transparan dan akan memantulkan warna putih kebiruan bila terkena cahaya. Membantu aura tubuh dan wajah menjadi lebih bersih, cerah dan bersinar dan memancarkan aura pengasihan.
  • Batu Anggur. Umumnya berwarna putih transparan dan di dalamnya ada seperti kabut putih. Menambah ketenangan hati dan pengasihan.
  • Batu Merah Siam. Yang berwarna merah terang dapat menambah semangat, keceriaan dan kesegaran berpikir.
  • Batu Merah Siam Rose (batu siam merah keunguan atau merah jambu). Memperkuat rasa kasih kepada orang lain.
  • Batu Akik Hitam. Menambah kemantapan bersikap, menambah kesan gagah dan berwibawa. Yang bagus adalah yang batunya tua (mengkilap dan ster-nya jelas terlihat).
  • Batu Badar.
  • Batu Yaman. Berwarna coklat gelap atau hitam, tetapi berwarna kemerahan bila ditembusi sinar. Menambah kemantapan bersikap. Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu yaman dan batu-batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).
  • Batu Kecubung Asihan. Berwarna ungu terang. Menambah ketentraman batin dan memancarkan aura pengasihan (membuat si pemakainya selalu dikasihi oleh orang lain). Batu Kecubung Asihan berwarna ungu terang memberikan pengaruh pengasihan yang lebih kuat daripada yang berwarna ungu gelap. Batu kecubung tua yang berwarna ungu gelap kebanyakan berfungsi untuk membantu kepangkatan / karir.
  • Batu Es / Kristal. Menambah ketenangan hati dan pikiran.
  • Batu Kalimaya. Batunya bisa berwarna apa saja dan akan memantulkan sinar warna-warni bila terkena cahaya matahari. Menambah rasa percaya diri. Hawa energinya agak panas.
  • Batu Sulaiman. Untuk ketentraman batin, menambah karisma keagunggan.
  • Batu Mata Kucing (cat eye / tiger eye). Menambah keberanian dan rasa percaya diri. Berhawa aura panas. Bagi yang cocok, energi batunya yang agak panas itu bisa dirasakan membuat pikiran segar dan tubuh terasa bertenaga. Bagi yang tidak cocok, atau yang tubuhnya sensitif, dapat menyebabkan panas dalam, memudahkan masuk angin, radang tenggorokan dan kerontokan rambut. (Hati-hati, banyak batu mata kucing masakan dan imitasi).
  • Batu Zamrud. Berwarna hijau daun sampai hijau tua. Sejuk dan teduh di hati.
  • Batu Pirus. Yang bagus adalah yang berwarna biru dan gambar uratnya berwarna emas. Menambah karisma wibawa dan kebijaksanaan kesepuhan. Cocok untuk orang-orang tua.
  • Batu Aquamarine. Biru bening. Sejuk, berbelas-kasih.
  • Batu Ruby. Menumbuhkan dan menjaga rasa cinta.
  • Batu Kinyang Air. Sejuk di hati.
  • Batu Tapak Jalak. Untuk kekuatan badan. Mengeluarkan aura panas yang menyebabkan pemakainya menjadi mudah marah, disegani dan dijauhi orang (yang persilangan cincinnya tebal dan menonjol keluar).
  • Batu Madu. Berwarna coklat tembus sinar seperti madu. Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).
  • Batu Combong, yaitu batu yang mempunyai lubang alami yang tembus dari atas sampai ke bagian bawah batunya. Sebagian kalangan menganggap batu combong berkasiat untuk pengasihan dan bisa untuk pelet. Tetapi banyak batu akik combong yang aslinya bukanlah batu combong, karena combongnya itu adalah hasil rekayasa.

Sebagai catatan, pengaruh dan hawa aura energi batu-batu yang disebut di atas adalah yang bersifat alami dari batunya. Seandainya batu-batu tersebut ada berpenghuni gaib di dalamnya (berkhodam), mungkin kemudian hawa energi batu tersebut akan berubah, tidak sama lagi dengan aslinya, karena adanya pengaruh aura energi dari keberadaan sesosok gaib di dalamnya.

Dalam memilih batu akik biasanya orang memilihnya berdasarkan warna batunya, ukuran dan kilauan sinar mengkilapnya. Sebaiknya diperhatikan juga unsur manfaat dan kecocokkan aura energi batu tersebut dengan pemakainya. Misalnya, orang yang berpembawaan keras dan panas, emosional dan yang keras bersikukuh dengan pemikiran dan pendapatnya, mungkin akan lebih baik jika memakai batu yang berhawa aura lembut, supaya lebih baik dalam hubungan sosialnya, dan orang-orang yang karakternya kurang bersemangat, kurang mantap pendiriannya dan kurang gigih dalam berusaha, mungkin lebih cocok memakai batu yang berhawa aura agak panas untuk menambah semangat dan untuk menambah kekerasan pendirian dalam mengambil keputusan.


Cara menilai kecocokkan sebuah batu dengan seseorang, yang mudah adalah dengan meminjam pakai cincin batu milik teman, dirasakan kecocokkannya, dirasakan apakah hawa auranya terasa nyaman. Setelah itu mungkin bisa mencari batu cincin yang sejenis dengan cincin itu jika dirasa cocok.

Untuk mempelajari sifat-sifat dan sisi kegaiban batu akik dan yang bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seseorang dapat digunakan cara menayuh yang serupa seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.


Seringkali orang mengkoleksi / memakai batu akik adalah bukan hanya karena keindahan atau kecocokkannya dengan batunya, tetapi karena ada tuah tertentu yang diharapkan dan banyak juga yang khusus meminta atau membeli batu akik dari orang pinter atau paranormal. Jenis kegaiban (tuah) yang sering dipercaya orang diberikan oleh batu akik adalah tuah untuk pengasihan, penglaris dagangan, keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, dan kerejekian. Bagi pemakainya, batu-batu tersebut dimiliki bukan hanya sebagai benda koleksi atau dipakai sebagai pemanis, tetapi juga sebagai jimat. Kebanyakan batu akik secara alami memberikan kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Yang tuahnya kuat biasanya sudah diwiridkan amalan gaib. Tetapi ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti batu anti cukur, anti bacok / tusuk senjata tajam, dsb. 

Pengertian istilah batu akik adalah jika kita memandang batu akik sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka jenis batu ini sering disebut sebagai batu aji.

Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah) atau pun jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris).

Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan juga sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan resiko negatif dari keberadaannya. Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan Pembersihan Gaib  (baca juga : Sesaji Untuk Benda Gaib  dan  Pembersihan Gaib 2).


Secara umum, dengan kepekaan rasa, dengan melihat bentuk fisik sebuah batu akik kita bisa memperkirakan isi sosok gaib yang menghuni di dalamnya, tetapi ini hanya berlaku untuk batu akik yang secara alami berpenghuni gaib di dalamnya, bukan untuk batu-batu yang merupakan jimat isian.

Ada batu-batu tertentu yang masih muda umurnya, biasanya ditandai dengan permukaan batunya yang tidak mengkilap. Biasanya warnanya padat, tidak bening transparan. Walaupun sesudah diasah batunya bisa mengkilap, tetapi mengkilapnya tidak cukup bagus.

Jenis-jenis batu muda ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib, tetapi kebanyakan mahluk halus tidak betah tinggal di dalam jenis batu muda sehingga jenis batu muda ini tidak cocok untuk dijadikan jimat isian. Batu-batu yang masih muda ini, jika secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah mahluk halus kelas bawah dan yang kekuatannya rendah. Kebanyakan isinya adalah jenis kuntilanak, bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak dan bangsa jin yang sosoknya hitam tinggi besar. Mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi biasanya tidak mau tinggal di batu-batu yang masih sangat muda, mereka lebih suka batu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua.

Ada batu-batu tertentu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua, biasanya permukaan batunya mengkilap bagus sesudah diasah. Walaupun batunya mengkilap, tetapi ster-nya tidak kelihatan (mengkilap tapi tidak ada ster-nya). Jenis-jenis batu (akik) ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib, dan mudah untuk menyimpan energi (jika ingin diisi energi atau khodam tertentu).

Ada batu-batu tertentu yang sudah sangat tua umurnya, biasanya batunya bening transparan. Jika sudah diasah batunya akan mengkilap bagus dan banyak yang muncul garis ster-nya, ada yang ster-nya 4 garis, 5 garis, 6 garis. Jenis batu yang sangat tua seperti itu kurang bagus untuk menyimpan energi dan tidak ada sosok gaib yang akan betah tinggal disitu. Jika batu-batu itu secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah jenis bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak

Jadi kalau anda menginginkan batu-batu yang tidak berpenghuni gaib seharusnya anda memilih batu-batu tua seperti di atas, atau memilih jenis-jenis batu permata yang batunya sudah sangat tua. Tetapi jika menginginkan batu-batu yang berisi khodam, atau nantinya akan diisi energi atau khodam gaib tertentu, seharusnya memilih batu-batu yang umurnya sudah cukup tua, tetapi tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (dikira-kira). Tetapi uraian di atas bukanlah sesuatu yang pasti, karena untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang sebenarnya haruslah dengan cara diperiksa satu per satu batunya.


Bagi yang hobi mengkoleksi batu akik, mungkin bisa juga mengumpulkan batu-batu mentahnya untuk diasah menjadi batu cincin. Bagi yang awam dan yang belum biasa mengasah batu mentah menjadi batu cincin, mungkin tidak mengerti jenis-jenis batu yang cocok untuk dijadikan batu cincin. Sebagai petunjuk awal, batu-batu yang cukup tua dan dalam kondisi basah mengkilat memantulkan sinar matahari biasanya cukup baik untuk diasah dijadikan batu cincin.

Bagi yang berminat mencari batu-batu akik mentah, sambil piknik berwisata, anda dapat mencarinya di daerah pegunungan berbatu atau di bagian hulu sungai.


Batu Mentah.


Contoh gambar batu mentah, yang sebelah kiri adalah bahan untuk membuat batu akik es (berwarna putih bening transparan), dan yang sebelah kanan adalah bahan untuk membuat batu akik kecubung bintang (setelah jadi, batu cincinnya berwarna hitam bening dan bila diterawang ada bintik-bintik putih di dalamnya seperti melihat bintang-bintang di malam hari).




Batu yang sudah dipotong-potong
dan dibentuk


Dalam proses pembuatannya, batu mentah itu akan dipotong-potong tipis kira-kira seukuran tebal dan lebar batu cincinnya. Potongan batu mentah itu kemudian diasah menggunakan gerinda batu untuk dibentuk lagi menjadi batu cincin. Setelah menjadi berbentuk batu cincin, akan diasah lagi menggunakan potongan bambu atau langsung digosok menggunakan kertas yang mengandung serbuk intan untuk menjadikan batunya mengkilat.
Ada juga penggemar batu akik yang sengaja mencari batu-batu yang memiliki corak gambar tertentu yang unik, yang ada corak gambarnya dan sengaja dicari yang gambarnya khusus, ada yang gambarnya seperti ular naga, keris, semar, gunung, kuntilanak, pocong, orang sedang sholat, tulisan arab, dsb. Posisi gambarnya bisa di bagian luar batunya, bisa juga di bagian dalamnya. Sesudah itu barulah batunya dibentuk dengan posisi gambarnya mencolok kelihatan. Gambar-gambar yang seperti itu sering dengan sengaja dicari oleh penggemar batu akik. Walaupun batu-batu dengan gambar-gambar tersebut diyakini mempunyai kegaiban tertentu, tetapi sesungguhnya tidak semuanya mengandung kegaiban, karena gambarnya adalah gambar biasa saja yang terbentuk oleh alam. Namun ada juga pengrajin batu imitasi / masakan / adonan yang sengaja membuat gambar-gambar tertentu di dalam batunya.

Ada juga batu mentah yang memiliki lubang (combong). Ada juga sebagian orang yang sengaja merekayasa menjadikan batu berlubang menjadi batu combong, sehingga walaupun hasilnya setelah direkayasa itu fisiknya sama dengan batu combong, tetapi aslinya bukanlah batu combong.
Banyak orang yang meyakini batu combong itu bertuah pengasihan / pelet, walaupun sebenarnya tidak semua batu combong bertuah seperti itu, karena untuk memastikan apakah tuahnya benar seperti itu harus diperiksa masing-masing isi gaib batunya. Batu-batu combong itu akan benar memberikan tuah pengasihan / pelet jika batu-batu itu di dalamnya berpenghuni gaib, dan sosok gaibnya memberikan tuah itu.


Sebagai informasi untuk penggemar batu akik, di Jakarta ada pasar khusus batu akik, yaitu Pasar Batu Akik Rawa Bening. Lokasinya di seberang Setasiun Jatinegara. Pasar ini selain menjual batu cincin yang sudah siap pakai, juga menyediakan jasa untuk mengkilapkan batu dan mengasah / membentuk batu mentah menjadi batu siap pakai. Ada juga toko-toko yang menyediakan aksesories untuk dijadikan kalung batu dan tasbih, dan ada juga yang menjual keris atau benda-benda antik lain.

 Tips :
Untuk merawat / membersihkan logam cincin anda bisa menggunakan sikat gigi dan odol untuk menggosoknya, tetapi odolnya  jangan  yang mengandung herbal atau sari-sari tumbuhan, karena dapat merusak warna logamnya menjadikannya belang berwarna kehitaman. Penggunaan sikat gigi dan odol itu juga dapat untuk membersihkan benda-benda logam lain, seperti jam tangan (yang kedap air), kalung, dsb.
Batu-batu cincin yang berhawa aura panas, seperti batu mata kucing, tapak jalak dan kalimaya, pada sebagian orang yang sensitif batu-batu itu dapat menyebabkan sakit panas dalam yang juga dapat menyebabkannya mudah mengalami radang tenggorokan, radang saluran pernafasan, sariawan, kerontokan rambut dan pikiran cepat lelah / penat. Untuk mengurangi efek hawa aura panas itu dapat dilakukan dengan mencelupkan beberapa saat sebatas batunya ke dalam air teh tubruk dingin (bukan teh celup).
Ikatan cincin yang terbuat dari emas, perak dan kuningan, sebaiknya jangan dicelupkan / direndam di dalam air kelapa, air teh tubruk, dan air fermentasi, karena logamnya bisa menjadi berkarat (tiengan), menjadikannya belang berwarna coklat kehitaman / kehijauan.




Batu Akik dan Mustika

Batu Ruby

Batu hitam




Batu Merah Siam



Batu Biduri Bulan

Batu Merah Siam Rose

Batu Merah Siam Rose

Batu Hitam Bulu Macan

Batu Pirus Urat Emas

Batu Pirus Urat Emas


Batu Es Kristal

Batu Kinyang Sulaiman








 >>  Mustika

















  • Related Items


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar